Keroncong Dewi Murni

Intro

C G7 C C7 F G7 C C7

F      G7              C

Dewi murni berkembenkan sutra ungu

G7

Melambai meriak rasa

D7

Semerbak memenuhi

G7

Angkasa beralih biru

F

Dibaliknya……awan

G7          C

Membayang pelangi beraneka warna

G7

Menantikan sang dewi murni

C     C7 F

Turun bermandi di telaga dewa

F          G7      C

Kuntum bunga semua

C7          F        G7           C

Serentak mekar menyebar wangi

G7

Untuk menyambut dewi murni

C  C7 F

Bertitik pelangi turut mandi

Bengawan Solo

Bengawan Solo Riwayatmu ini

Sedari dulu jadi Perhatian insani

Musim kemarau Tak seb’rapa airmu

Di musim hujan, air meluap sampai jauh

Reff

Mata airmu dari Solo

Terkurung Gunung Seribu

Air mengalir sampai jauh

Akhirnya ke laut

Itu perahu

Riwayatmu dulu

Kaum pedagang s’lalu

Naik itu perahu

MAHAMERU

Mahameru menjulang ting – gi

Membe    lah ang   kasa bi – ru

Berpayung awan nan     putih bersih

Menggetar hati terha – ru

Indah megah bayangan la – wu

Nampak     jauh    sumpah ha – ti

Menegak bagai perwira sakti

Memandangi awan ting – gi

Reff     :           Kupeluk maha – meru

Me   ngejar cita-cita

Gemi – lang me – rayu

Menjaga I – bu semata

Kupuja wahai kau perwi – ra

Menjaga ibunda ra – tu

Bagaikan Mahameru sem – purna

Tetap berbakti se-la-lu

Kr. SAMPUL SURAT

 

Sepuluh tahun yang telah lalu

Di Suatu pagi yang cerah

Datanglah sepucuk surat yang telah lama kunantikan

Betapa riang rasa hatiku

Tak dapat kusimpan jua

Segera ku buka sampulnya

Dengan penuh pengharapan

Tetapi apa dayaku�.. disaat itu kecewa

Yang ku trima hanyalah sampul kosong belaka

Walaupun hatiku remuk redam

Sampulnya ku simpan jua

Agar jadi kenang-kenangan

Selama hidup di dunia

Kr. DEWI MURNI

 

Dewi Murni berkembenkan Sutra Ungu

Melambai meria rasa

Semerbak memenuhi� Angkasa beralih biru

Di�.Baliknya�.Awan �

Membayang pelangi beraneka warna

Menantikan sang dewi murni

Turun bermandi di telaga dewa

Kuntum Bunga semua Serentak mekar

Menyebar wangi

Untuk menyambut dewi Murni

Bertiti pelangi Turun Mandi

Kr. TANAH AIRKU

 

Mendalam Lembah Curam

Di sela gunung meninggi

Suatu pemandangan

Tanah Airku Indonesia Elok Adil

Sungai-Sungai mengalir berliku

Melalui hutan yang menghijau

Menuju kelaut biru

Serta padi beralun mendesah

Dihembus angin nan menderu

Indah Tanah Airku

Indonesia Raya

Pujaan Bangsaku

Tanah airku yang kaya raya

Dengan Pemandangan Alamnya

DINDA BESTARI

 

Hati tenang melamun, oh dinda juwitaku

Ingat beta riwayat yang dulu

Waktu beta bertemu

Hati rindu berduri sayang tidak tersampai

Retak patah jiwa tak bernyali

Ingat dinda bestari

Maafkan dindaku beta lama tak bersua

Karna sedang membela negara

Yang terserang bahaya

Do�a puji juwita

Ku harapkan bersama

Sampaikanlah dindaku segera

Untuk medan taruna

RIWAYAT SANGKURIANG

 

Hung Dupa Mengalun

Buka tabir purbakala

Ri-wayat Priangan

Ibu nang menanggung malang

Di-percinta oleh

Putra Sangkuriang Sakti

Walau Mengetahu-i

Itu Ibunya sejati

Reff :                   Agar dapat  , berla-ri di gelap malam

Di mintanya menyiapkan

Tlaga dan prahu semalam

Nun di timur fajar

Tiba sebelum waktunya

Sangkuriang putra

Tak me-nepati janjinya

Kr Kemayoran

 

La la la la la la la oh ��Buah duren dimakan kalong

Jiwa manis indung di sayang La la la la la la la oh��..

Tampang sih keren Tampang sih keren Kantongnya kosong

Anak kancil lari kehutan kau memang centil bikin gregetan

La la la la la la la oh��.buah manis buah rambutan

Jiwa manis indung disayang

La la la la la la la oh�..Adik yang manis Adik yang manis mata duitan

Ribu-ribu si anak rusa

Abang terlalu suka menggoda

La la la la la la la oh ( musik intro)

Angin ribut di musim hujan jiwa manis indung disayang La la la la la la la oh�.

Janganlah takut biarpun tongpes masihlah bujang

Memang garam saranya asin ngaku bujangan anak selusin

La la la la la la la oh��.

Makan bakso dikaki lima Jiwa manis Indung disayang

La la la la la la la oh�.Kalaulah jodoh Kalaulah jodoh tak kan kemana

Ini lagu keroncong asli Tua dan muda senang di hati

Kr TELOMOYO

 

Hasrat hatiku ingin berlagu

Membawa Telomoyo nama lagunya

Oh� inilah�.kroncong asli

Sejak jaman Dulu kala

Untuk menghibur hati pendengar semua

Keroncong Telomoyo tetap kan bergema

Hati yang sedih tuan kembali gembira

KR. DITEPINYA SUNGAI SERAYU

 

Di tepinya sungai Serayu

Waktu Fajar menyingsing

Pelangi merona warnanya

Nyiur melambai-lambai

Warna air sungai nan jernih

Beralun berkilauan

Desir angin lemah gemulai

Aman tentram dan damai

Gunung Slamet nan anggun

Tampak jauh disana

Bagai sumber kemakmuran

Kerta kencana Indah murni alam semesta

Tepi sungai serayu

Indah murni alam semesta

Tepi sungai serayu

Sungai pujaan bapak tani

Penghibur hati rindu

Lgm. TERKENANG-KENANG

 

Terkenang-kenang wajahmu

Dengan rupa yang manis

Terbayang senyum simpul di mataku

Oh rasa hatiku sedih

Terbayang-bayang parasmu

Yang tak dapat kulupa

Tapi sayang hanya sepintas slalu

Seperti dipermainkan saja

Sewaktu-waktu mungkin ku dapat bertemu

Dengan kamu yang slalu kukenangkan

Ingin kubelajar kenal tetapi jangan marah

Billa kamu tidak berkeberatan

Sudilah kiranya menerima

Lgm. FATWA PUJANGGA

 

Tlah ku trima suratmu nan lalu

Penuh sanjungan kata merayu

Syair dan pantun tersusun indah sayang

Bagaikan sabda fatwa pujangga

Kan kusimpan suratmu nan itu

Bak pusaka yang sangat bermutu

Walau kita tak pernah bersua sayang

Cukup sudah tandamu setia

Ref :

Tapi sayang ��sayang sayang seribu kali sayang

Kemanakah risalahku kualamatkan

Terimalah jawabanku itu

Hanyalah do�a restu illahi

Mogalah engkau tak putus asa sayang

Pasti kelak kita kan bersua

Kr. HANYA ENGKAU

 

Hanya engkau

Surya untuk penghidupanku

Menerangi keseluruh kalbu

Oh�.betapakah

Riang ria jiwaku di sampingmu

Hanya engkau tujuanku satu

Dikau manis embun sakti dini hari

Dengarkanlah hatiku menyanyi

Lg .TELAGA SARANGAN

 

Teduh sunyi damai tenang telaga sarangan

Indah bukan buatan pemandangan untuk bertamasya

Tempat marga satwa mandi berkencimpung ria

Bebas menghias diri berkicau murai di tepian tlaga

Kolam air ciptaan tuhan dipagr bukit bukit rimba

Tempat insan datang untuk menghibur lara

Dikakinya gunung lawu di situ letaknya

Kagum aku memandang keindahanmu oh rahasia alam

Kr. INDONESIA PUSAKA

 

Indonesia tanah air beta pusaka abadi nan jaya

Indonesia sejak dulu kala tetap di puja-puja bangsa

Disana tempat lahir beta dibuai dibesarkan bunda

Tempat berlindung dihari tua

Sampai akhir menutup mata

TINGGI GUNUNG SERIBU JANJI

 

Seribu tahun kau berjanji seribu tahun ku menanti

Asal saja kau setia daku tak melangar janji

Pergilah kekasih hati nan perwira jaya sakti

Harapanku bahagia semoga tak kecewa untuk selama-lamanya

Memang lidah tak bertulang tak berbekas kata-kata

Tinggi gunug seribu janji lain di bibir lain dihati

Aku pergi tak�kan lama hanya satu hari saja

Seribu tahun tak lama hanya sekejap mata

Kita kan berjumpa pula

BANDAR JAKARTA

 

Awan Lembayung menghiasi bandar indah permai

Amat terlindung oleh pulau seribu melambai

Melambai rona-merona mengembang layang

Laju perahu nelayan memecah bumi menyisir pantai

Wujud teluk jakarta

Indah lukisan alam kala senja menjelang pelukan malam

Burung putih menyampaikan salam

Kata selamat malam

SEPASANG MATA BOLA

 

Hampir malam di jogja

Ketika kereta tiba

Remang-remang Cuaca

Terkejut aku tiba-tiba

Dua mata memandang

Seakan-akan dia berkata

Lindungi aku pahlawan

Daripada sang angkara murka

Ref :

Sepasang mata bola

Dari balik jendela

Datang dari Jakarta

Nuju medan taruna

Kagum ku melihatnya

Sinar sang perwira rela

Hati telah terpikat

Semoga kelak kita berjumpa pula

SURABAYA

 

Surabaya Surabaya oh Surabaya

Kota kenangan kota kenangan

Tak kan ku lupa

Di sanalah disanalah Di Surabaya

Tuk pertama tuk pertama kami berjumpa

Ku teringat masa yang telah lalu

Beribu insan beribu hati bersatu padu

Surabaya ditahun empat lima

Kami berjuang kami berjuang

Bertaruh nyawa

MAHA MERU

 

Maha meru menjulang tinggi

Membelah angkasa biru

Berpayung awan nan putih bersih

Menggetar hati terharu

Indah mega bayangan lalu

Nampak jauh sukma hati

Menegak bagai perwira sakti

Memandang di awan tinggi

Ku peluk mahameru

Mengejar cita-cita

Gemilang merayu

Menjaga ibu semata

Kupuja wahai kau perwira

Menjaga ibunda ratu

Bagaikan mahameru sempurna

Tetap berbakti selalu

MENGAPA KAU MENANGIS

 

Mengapa kau menangis kasih

Aku selalu rindu padamu

Hapuslah air matamu kasih

Ku kan kembali padamu

Percalah padaku kasih

Aku tak kan mengingkari janji

Jangan menangis lagi kasih

Ku kan kembali padamu

AKHIR CINTA

 

Awal dari cinta ..Liku tanpa bahagai

Sudah suratan cintaku yang pertama

Cinta tanpa kasih tanpa akhir bahagia

Gagal dan punah pada akhir cinta duka

Ref :

Aku gagal kali ini � tanpa tangis dan duka

Hanya titik ..air mata

Dan senyum kehancuran

Puisi :

Awal dari cinta

Liku tanpa bahagia

Sudah suratan

Oh..cintaku yang pertama

AYAH

 

Dimana akan ku cari

Aku menangis seorang diri

Hatiku slalu ingin bertemu

Untukmu aku bernyanyi

Ref :

Untuk ayah tercinta

Aku ingin bernyanyi

Walau air mata dipipiku

Ayah dengarkanlah

Aku ingin berjumpa

Walau hanya dalam mimpi

Lihatlah hari berganti

Namun tiada seindah dulu

Datanglah aku ingin bertemu

Untukmu aku bernyanyi

Untuk ayah tercinta

Aku ingi bernyanyi

Walau air mata di pipiku

Ayah dengarkanlah aku ingin berjumpa

Walau hanya dalam mimpi

STB. JAUH DIMATA

 

Ohhh jauh dimata, dalam kenangan

Wajahmu tetap terbayang

Sungguh berat kita berpisah , air mataku titik berlinang

Oooh kabar berita kirimkan saja diangin melayang

Bila ingin berjumpa, kirimkan rindu hatiku di awal petang

Kekasih hatiku, pergilah engkau pergilah pergi berjuang

Daku menunggu selamanya, selagi hayat dikandung badan

Tabahkan hatimu ( oo kekasih hatiku) , selamat engkau dalam perjalanan

Selama engkau jauh, dihatiku jadilah harapan hidupku

(kembali ke : ..kekasihku)

PAHLAWAN MERDEKA

 

Pahlawan merdeka yang gugur sebagai bunga

Jatuh mewangi di atas pangkuan ibunda

Walaupun kamu telah gugur menjual nyawa

Namamu tetap tercatat jadi sebagai satria

Reff :

Kesuma nan indah oh bunga Negara

Aji jaya sakti, nan sejati

Pahlawan merdeka yang pecah sebaagi ratna

Terpencar tersebar di bumi Indonesia

(intro dan kembali ke �.kesuma yang indah)

JUWITA MALAM

 

Engkau gemilang, malam cemerlang

Bagaikan bintang timur sedang mengembang�

Tak jemu-jemu mata memandang

Aku namakan engkau Juwita Malam

Sinar matamu menari-nari

lLangsung menembus kedlam jantung kalbu

Aku terpikat masuk perangkat

Apa daya asmaara sudah melekat

Reff;

Juwita malam, siapakah gerangan tuan

Juwita malam, dari bulankah tuan

Kereta kita segera tiba

Di Jatinegara kita kan berpisah

Berilah nama , alamat serta

Esok lusa boleh kita jumpa pula

(intro dan kembali ke �.sinar matamu)

ARYATI

 

Aryati,�..Dikau mawar asuhan rembulan

Aryati,�..Dikau gemilang seni pujaaan

Dosakah hamba mimpi berkasih dengan tuan

Ujung jarimu, kucium mesra tadi malam

Dosakah hamba memuja dikau dalam mimpi

Hanya dalam mimpi

Aryati,�..Dikau mawar ditaman hayalku

Tak mungkin dikau terpetik daku

Walaupun, demikian nasibku

Namun aku bahagia seribu satu malam

MORITSKO

 

Jikalau tuan mendengarkan ini

Haraplah supaya, senang di hati

Oooo aii memetik gitar

Sambil berbanyi membikin pendengar

Senanglah di hati

Haiii kroncong moritsko aku dendangkan

Agar hati rindu menadilah senang

Pasang telingan dengarkan yang terang

Apa yang kukata, di hati dendang

Haii jangan bersedih dan janganlah bimbang

Mendengarkan ini, kembali riang

Aiii keroncong Moritsko kroncong kenangan

Siapa yang mendengar hatinya berdebar

STB BAJU BIRU

 

Tatkala kita disana baru berjumpa

Yang pertama tama

Di waktu itu mengapa kau tak suka lihat parasku

Remuk redam, hatiku melayang

Di alun rindu asmara

Ooo kepadamu

Hanya kuberi nama si baju biru

Tapi sekarang tak kuminta

Kau berikan cintamu sejati

Hati terharu dari sopan serta irama kasihmu

Siang malam kepada si baju biru

Kumenanti nanti

Tetap dan pasti sehidup dan semati

Aku disampingmu

KOTA SOLO

 

Kota Solo, kota tempat kesenian asli

Tarian indah murni irama yang mengiringi

Banyak peziarah sejak purba hingga kini

Para agung serta pendekar sungguh maha sakti

Reff;

Sungguh indah kota solo banyak pemandangan

Mulai hiburan di tepinya bengawan

Kota Solo yang menjadikan kenang-kenangan

Hingga dapat menghilangkan hati sedih dan duka.

SAPUTANGAN

 

Sapu tangan yang harum baunya

Menawan hatiku

Basah airmataku karena datangnya tangisku

Saputangan yang dulu ku trima

Dari kekasihku

Pada masa dahulu berdua pertama bertemu

Reff:

Penuh dengan rencaan dan janji

Telah disetujui

Meskipun bagaimana terjadi

Sehidup semati

Sapu tangan di waktu sekarang

Sebagai hiburanku

Karena kekasihku sekarang, tinggalkan diriku

SAPU TANGAN DARI BANDUNG SELATAN

 

Saputangan sutra putih dihiasi bungan warna

Sumbang kasih jaya sakti, diselatan Bandung Raya

Diiringi kata nan merdu mesra, terima kasih dik janganlah lupa

Air mataku berlinang saputangannya kusimpan

Ujung jarimu kucium serta doa kuucapkan

Selamat jalan slamat berjuang

Bandung Selatan dilupakan jangan

Intro

Diiringi kata nan merdu mesra

Terima kasih dik janganlah lupa

Airmataku berlinang, saputanganmu kusimpan

Ujung jarimu kucium serta doa kuucapkan

Selamat jalan, slamat berjuang, Bandung selatan dilupakan jangan

SETANGKAI BUNGA MAWAR

 

Setangkai bunga mawar yang merah

Dahulu ku trima

Sebagai tanda mata berdua

Waktu saling menyinta

Setangkai bunga mawar sekarang pun layu

Karena itu hanya impian pada waktu dulu

Reff:

Penuh dengan riwayat nan sedih

Menawan dalam hati

Karena kamu tinggalkan pergi

Dan tak kan kembali

Setangka ibunga mawar yang merah

Sepanjang hidupku

Karna tetesan darah musnahlah hatiku

BUNGA ANGGREK

 

Bunga anggrek mulai timbul

Aku cinta padamu

Sewaktu kita berkumpul

Kau duduk di sampingku

Engkau cinta kepadaku

Bulan menjadi saksi

Dan engkau telah berjanji

Sehidup dan semati

Reff:

Kini kau cari yang lain

Lupa dengan janjimu

Sudah ada gantinya

Kau lupa kepadaku

Oh sungguh malang nasibku

Kini kau telah jauh

Engkau mengingkari janji

Kau pergi tak kembali

(intro dan kembali ke reff)

DIBAWAH SINAR BULAN PURNAMA

 

Dibawah sinar bulan purnama

Air laut berkilauan

Berayun ayun ombak mengalun

Ke pantai sendau gurauan

Dibawah sinar bulan purnama

Hati susah jadi senang

Gitar berbunyi riang gembira

Jauh malam dari petang

Reff :

Beribu bintang taburan

Menghiasi langit biru

Menambah cantik alam dunia

Serta murni pemandangan

Dibawah sinar bulan purnama

Hati sedih jadi senang

Si miskinpun yang hidup sengsara

Semalampun hidup gembira

SOLO DI WAKTU MALAM

 

Solo di waktu malam hari

Merempuh menarik hati sunyi

Banyak tempat penghiburanasri

Pandangan mata berganti

Jurug dan Tirtonadi yang permai

Daun berbisik di tepi sungai

Kelap kelip sinarnya pelita

Remang remang bercahaya

Reff :

Sunyi malam dikala purnama

Terdengarlah nun disana

Sayup sampai Tertiup bahana

Gamelan gending irama

Solo di waktu malam

Suara seni yang merayu-rayu

Meresap dan mendalam di hati

Menawan sanubari

RANGKAIAN MELATI

 

Rangkaian melati yang kusimpan didalam hati

Mengikat jiwaku jiwamu tak akan berpisah lagi

Rangkaian melati yang ku ronce setiap hari

Setia menanti datangnya pahlawanku yang sejati

Reff :

Wajahmu berseri, penuh harapan suci

Semerbak harum mewangi, jasamu abadi

Rangkaian melati yang ju jaga sampai ku mati

Biarpun tak akan kembali

Pahlawanku yang sejati

RINDU MALAM

 

Sedang tidurku lagi nyenyak

Waktu tengah malam

Bulansedang mengembang,

Digambaran tabir siang

Reff :

Sunyi tengah malam

Terdengar seru rindu malam

Denganu acapan menyerukan salam

Terjaga mata dengan berdebar hati di dada

Mendengar bisik di dalam gelap

Seru rindu malam

BENGAWAN SOLO

 

Bengawan solo

Riwayatmu ini

Sedari dulu jadi perhatian insani

Musim kemarau Tak seberapa airmu

Dimusim hujan air menguap

Sampai jauh

Mata air dari jauh

Terkurung air seribu

Air mengalir sampai jauh

Akhirnya kelaut

Itu perahu Riwayatmu dulu

Kaum pedagang lalu naik itu perahu

MERATAP HATI

 

Meratap hati aku menangis ditinggal pergi

Kekasihku selalu menggoda

Oh��.sengsara rasa hati tersiksa

Bagaimana nasipku kini yang menanggung hati rindu

Oh��dengar kasih aku sedang menangis

Air mataku bercucuran seperti hujan gerimis

JALI JALI

 

Ini dia si jail-jali

Lagunya enaklagunya enak merdu sekali

Inilah dia si jali-jali

Lagunya enak lagunya enak merdu sekali

Capek sedikit tidak perduli tuan

Eee Sayang Sayang di Sayang. Asakan tuan senang di hati

Eee capek sedikit tidak peduli tuan

Eee Sayang Sayang di Sayang. Asakan tuan senang di hati

laju-laju lakulah perahu laju

Lajulah sampai lajulah sampai ke Surabaya

Lajulah laju perahu laju

Hai Sayang Sayang di Sayang, lajulah sampai ke Surabaya

Eee biarlah lupa kain dan baju Sayang

Ee biarlah lupa kain dan baju janganlah lupa kepada saya

Ee biarlah lupa kain dan baju sayang

Ee biarlah lupa kain dan baju janganlah lupa kepada saya

Kalaulah ada jarum yang patah

Jangan disimpan jangan disimpan di atas peti

Eee kalaulah ada jarum yang patah, jangan disimpan jangan disimpan diatas patah

Kalaulah ada kata yang salah tuan,

Eee kalau ada kata yang salah jangan disimpan dalam hati

Jalilah jali dari Cikini

Eee jali-jali dari Cikini

Jalilah jali sampai di sini.

TIDURLAH INTAN

 

Tidurlah intan tidurlah tambatan jiwa

Hari mulai malam pejamkanlah mata

Tidurlah intan tidurlah pualam bunda

Jangan bermain juga bergurau tertawa

Reff:

Hidup tlah penat asyik bernyani-nyanyi

Menidurkanmu anakku jauhari

Tidurlah intan tidurlah ke kekasih hati

Esok hari kita bergurau kembali

KICIR KICIR

 

Kicir-kicir ya tuan ini lagunya

Lagu lama ya tuan betawi asli

Jangan dipikir ya Sayang terlalu lama

Lebih baik-lebih baik kita menyanyi

Riam riam ya nona riam ke hulu

Jambu hijau jatuh di tepi

Diam-diamya Sayang sabar dahulu

Kalau jodo kalau jodo pasti terjadi

Lagu lama ya tuan dari Jakarta

Lagu merdu ya tuan dari Betawi

Terlalu lama ya abang memandang saya

Bisa nanti bisa nanti kan jatuh hati

Kicir-kicir ya tuan dari Cikini

Bawa satu bawa satu buah semanggi

Saya menyanyi ya Sayang sampai disini

Lain waktu-lain waktu berjumpa lagi

GAMBANG SEMARANG

 

Empat penari kian kemari jalan belenggang aduh

Sunggu jenaka menarik suara irama gambang

Sambil bernyanyi jongkok berdiri semua orang aduh

Sungguh jenaka nyanyi mereka irama dambang

Reff:

Bersuka ria gelak tawa semua orang karma

Hati tertarik grak grik si tukang gendang

Empat penari membikin hati menjadi senang aduh

Sungguh gayanya tari mereka gambang Semarang

TERATAIKU

 

Kududuk di tepi danau �Airnya jernih kemilau

Menenangkan fikiran ka-cau serta hati.. risau

Apa lagi memandang bunga teratai mengembang

Yang sedang di tiup a-ngin mengangguk gemu-lai

Ref:

Terlintas bayangan wajahmu saying

Didanau teratai engkau gemilang

Sadar kini lamunanku �ku petik bunga teratai

Kucium dan ku cumbu rayu se-sertakan ku belai

JEMBATAN MERAH

 

Jembatan merah sunggu indah berpagar gedung indah

Sepanjang hari yang melintasi silih berganti

Mengenang susah hati patah, ingat jamaan berpisah

Kekasih pergi sehingga kini belum kembali

Reff:

Biar jembatan merah. Andainya patah akupun bersumpah

Akan kunanti dia disini, bertemua lagi

(Intro dan kembali ke �mengenang susah �)

RAYUAN PULAU KELAPA

 

Tanah airku Indonesia

Negeri elok amat ku cinta

Tanah tumpah darahku yang mulia

Yang kupuja sepanjang masa

Tanah airku aman dan makmur

Pulau kelapa yang amat subur

Pulau melati pujaan bangsa

sejak dulu kala

Rff:

Melambai lambai , Nyiur di pantai

Berbisik-bisik, raja klana

Memuja pulau , nan indah permai

Tanah airku, Indonesia

SETANGKAI BUNGA MAWAR

 

Setangkai bunga mawar yang merah

Dahulu ku trima

Sebagai tanda mata berdua

Waktu saling menyinta

Setangkai bunga mawar sekarang pun layu

Karena itu hanya impian pada waktu dulu

Reff:

Penuh dengan riwayat nan sedih

Menawan dalam hati

Karena kamu tinggalkan pergi

Dan tak kan kembali

Setangka ibunga mawar yang merah

Sepanjang hidupku

Karna tetesan darah musnahlah hatiku

CIRI WANCI

 

Langgeyane kang nganyar-anyari ambuka kuthaning ati

Eseme madani kembang mlathi nanting ati wigar bali semi

Lunging tresno angrambati roso anglari dongengan kuno

Inggih yen pado legane emane sami wus winengku pager ayu

Ref:

Ciri wanci biso neniwasi lelewo ginowo mati

Ngundang ati tanpo nimbang roso wirang pati den tekati

Bumi jembar langit tanpo tepi dalan rusak den tekati

Pitutur becik tan biso numusi kang pirso mesem sajroning ati

DONGENG

 

Sinten purun kulo dongengi

Dongenge poro sedulur ndeso

Sugih sawah lan sugih pari

Ayem lan ati ora murko

Ageng Labuhe dateng negari

Rupo arto lan rupo bondo

Jaman gerilya gek wingi

Tiang kutho ngungsi ten ndeso

Sikakang lan mbakyu sing nampi

Lahir batin suko lan lilo

Jamin panggenan lan jamin tedi

Sanadyan ora neko-neko

Kocape dek naliko kuwi

Sopo wonge podo rumongso

Welinge ojo nganti lali

Sok yen aman walesmu opo

Tutukke sing dongeng puniki

Indonesia pun merdeko

Dikanteni tatanan asri

Ngajeni mung podo manungso

Welingi sing dongeng puniki

Yen kakang lan mbakyu ten kutho

Walese ojo nganti lali

Lan Ojo di sio-sio

TRESNO

 

Tresno kang sejati koyo�.

Mimi lan mintuno�

Senadyan bungah�senadyan susah�

Tembange tresno iki�

Bungah susah� dilakoni

Nanging�ora janji

Tak tunggu-tungu tak antu-antu

Sliramu kapan bali

Ati�roso tresno�

Nadyan ora ..crito

Tresno kang sejati�

Ono sak jroning ati

Tresno kang sejati

Katyo mimi lam mintuno

Lintang rembulan saksi abadi..

Sliramu mung sawiji�

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s