CUMA KAMU

–  Cuma kamu sayangku di dunia ini

Cuma kamu cintaku di dunia ini

 

+  Tanpa kamu hampa kurasa dunia ini

Tanpa kamu sunyi kurasa dunia ini

 

+  Cuma kamu sayangku di dunia ini

Cuma kamu cintaku di dunia ini

 

+  Tiada kalimat dapat melukiskan

Betapa cintaku kepada dirimu

 

+  Tiada ibarat sebagai umpama

Betapa sayangku kepada dirimu

 

–  Itu dapat kurasa dari belai tanganmu

Itu dapat kurasa dari pandang matamu ho ..

 

Kembali ke atas !

 

 

ANTARA TEMAN DAN KASIH

Suluk : Tiada mungkin lagi

               Tiada mungkin lagi hem …

 

Kunanti lama kunanti ho …

Datangmu duhai kekasih

Sungguh lama ku menanti

Berhari ,berbulan ,tahun berganti

 

Kecewa hati kecewa ho …

Setelah kita berpisah

Sungguh hatiku kecewa

Karena kini kau telah berdua

 

Ternyata dia yang kau cinta

Karibku yang paling setia

Betapa aku menderita

Tak akan ku menyakitinya

 

Ku kan mencoba untuk melupakanmu

Walau ku tahu sungguh aku tak mampu

Demi tak merenggut kebahagiaannya

Kurelakan segalanya

 

Mengapa harus terjadi ho …

Cobaan seberat ini

Hingga harusku memilih

Antara teman setia dan kasih

 

Biarlah diriku saja ho …

Mengalah dan menderita

Padamu satu ku pinta

Sayangi serta cintailah dia

 

 

 

SIAPA

Siapakah orang itu , sejak tadi menatapku

Mau memandang aku malu-malu

Mau bertanya hai ku ragu-ragu

Tapi aku secara diam-diam

Memperhatikan dia dalam-dalam

 

Semakin lama , orang itu makin mendekat kepadaku

 

Ketika dia di hadapanku

Aku tertunduk semakin malu

 

Aku mendengar dia menyapaku

Diucapkannya nama diriku

 

Akupun menjadi heran sekali

Dari mana dia tahu namaku

Sedangkan bertemu baru di sini

Itupun untuk yang pertama kali

 

Hai … rupanya orang itu , kekasihku yang dahulu

Memang sudah semenjak lama-lama

Tapi tidak pernah bertemu-temu

Dia bilang mau kembali lagi

Tapi kini untuk bersungguh-sungguh

 

Tentu saja kuterima , karena dia yang ku cinta

 

 

KU TUNGGU

Ku tunggu , ku tunggu kau ku tunggu

Ku nanti , ku nanti kau ku nanti

Oh … manisku , sayangku

Oh … manisdku sayangku

 

Tlah lama , tlah lama ku menunggu

Tlah lama , tlah lama ku menanti

Belum juga kau dating

Belum juga kau dating

 

Kejam , kejam betapa kejam

Membuat aku lama menunggu

 

Janji , janji mengapa janji

Kalau tiada engkau tepati

 

Ku rasa engkaupun tahu

Betapa jemu menunggu !

 

Diulang dari atas !

 

 

CINTA SAMAPAI DI SINI

Barulah sekarang aku menyadari

Cintamu padaku oh … sekulit ari

 

Tiada ku sangka engkau sampai hati

Nodai cintaku yang suci mulia

 

Panas bara api membakar kulitku

Lebih panas lagi oh … terbakar hati

 

Telah ku coba hati tak mau lagi

Lebih baik cinta oh … sampai di sini

 

Diulang dari atas !

 

 

 

GELANDANGAN

Kering sudah rasanya air mataku

Terlalu banyak sudah yang tertumpah

 

Menangis meratapi buruk nasibku

Nasib buruk seorang tuna wisma

 

Langit sbagai atap rumahku

Dan bumi sebagai lantainya

Hidupku menyusuri jalan

Sisa orang yang aku makan

 

Langit sbagai atap rumahku

Dan bumi sebagai lantainya

Hidupku menyusuri jalan

Sisa orang yang aku makan

 

Jembatan menjadi tempat perlindungan

Dari terik matahari dan hujan

 

Begitulah hidup yang aku jalani

Entah sampai kapan hidup begini ?

 

Diulang dari atas !

 

 

 

JANUR KUNING

Humbara- bara … bara-bara …

Humbara-bara …

 

Humbara-bara … bara-bara …

Humbara-bara …

 

La … lalala-lalala-lalala

Lalala … lalala-lalala

 

Humbara-bara … bara-bara-bara …

 

La … lalala-lalala-lalala

Lalala … lalala-lalala …

 

Jangan kau katakana dulu , jangann kau siarkan dulu , sebelum janurpun kuning

Hiasan cinta melambai-lambai,di depan rumahku ini

 

Humbara-bara … bara-bara …

 

* Kalau sudah saatnya , sumpah perkawinan kita

Semua menjadi milikmu

Dari bukit indah yang menghijau

Sampai lautan yang biru

 

Kakanda sayang aduh-aduh , kakanda sayang

Kakanda sayang aduh-aduh , kakanda sayang

 

Akupun mengharap belaian tanganmu sayang

                        Tetapi ku tahan- ku tahan karena malu dilihat orang

 

                        Walaupun ku tahu engkau yang paling ku saying

Rasanya ku ingin ku ingin mengukur dalam pintu hatimu

 

Ibarat bulan sudah di tangan

Ibarat bintang sudah bertaburan

Cinta suci kita kini menjadi kenyataan

 

Diulang dari *

 

 

 

SEDINGIN SALJU

Pandangan matamu , tiada mesra lagi

Belaian tanganmu , tiada lembut lagi

 

Kehangatan cinta , darimu oh … saying

Tak lagi ku rasa

 

Mengapa sikapmu , tak seperti dulu

Dinginnya sikapmu , oh … sedingin salju

 

Apakah ada salahku, yang menyakiti hatimu

                Ataukah kau telah jemu, dengan kasih dan sa

yangku

Walau demikian , baik kau lepaskan

Akupun tak mau , kalau kau paksakan

 

Kembali ke atas !

 

Pandangan matamu , tiada mesra lagi

Belaian tangan mu , tiada lembut lagi

 

Tanpa sepatahpun kata , kau ucapkan

Sebagai alas an

 

Membuat diriku tak percaya lagi

Kepada semua rayu laki-laki

 

 

MUNAFIK
Bila engkau berbicara

Lain di bibir lain di hati

Dan bila engkau berjanji

Selalu enkau ingkari

 

Di kala kami percaya

Lalu kau menghianati

Lalu kau menghianati

 

Itu munafik namanya

Itu munafik namanya

 

 

Reff :

Pabila ketiga sifat

Ini ada pada dirimu

 

Engkaulah manusia paling

Durjana di atas dunia

 

Paling durjana di dunia

Dan kelak di padang mahsyar

Oh dari mulutmu keluar

Nanah bercampur darah

 

Spantasnya tuk balasan

Diri yang penuh kedustaan

 

 

–         musik

–         Reff

–         Lagu 3

–         Musik

–         Reff

–         Lagu 3

–         Lagu 1 & 2

TPQ BABUSSALAM

( Kumbang-kumbang )

Marilah kita semua , belajar membaca

Membaca Al Qur’an bersama-sama ( bersama-sama )

Marilah kita semua belaaaajar mengaji

Untuk bekal kita di akhirat nati , di akhirat nati

 

Marilah kita semua , belajar mengaji

Membaca Al Qur’an bersama-sama , bersama-sama

 

Reff :

Belajar mengaji janganlah bermalas-malasan

Karena mengaji , membuat kita hidup jadi bahagia

Di dunia dan akhirat

 

Mari-marilah kita semua belajar mengaji di TPQ

Babussalam GKB tempatnya , GKB letaknya

 

 

Kembali ke :

–         lagu 1

–         Reff

–         Lagu 1

–         Lagu 1.

 

 

 

KEAGUNGAN TUHAN
Insyaflah wahai manusia

Jika dirimu bernoda

Dunia hanya naungan

Tuk mahluk ciptaan Tuhan

 

Dengan tiada terduga

Dunia ini kan binasa

Kita kembali ke asalnya

Menghadap Tuhan Yang Esa

 

Reff :

Dialah Pengasih dan Penyayang

Kepada semua insane

 

Janganlah ragu atau bimbang

Pada Keagungan Tuhan

 

Betapa Maha BesarNya

Kuasa sealam mesta

 

Siapa slalu mengabdi

Berbakti pada Ilahi

Sentosa slama-lamanya

Di dunia dan akhir masa

 

 

Kembali ke :

–         Reff

–         Lagu 3

 

 

JANDAKU

Suluk       :  Istri yang ku ceraikanlah

                  Menangis di tengah hari

                  Menyesal tiada berguna

                  Tak akan ku kembali lagi !

 

Karena sakit hatiku , tak tahan aku menunggu

Karena sakit hatiku , tak tahan aku menunggu

 

Ku nasehat dikau selalu , agar jangan lekas cemburu

Ku nasehat dikau selalu , agar jangan lekas cemburu

 

Anak yang ada padamu

Jangan kau sia-siakan

Anak yang ada padaku

Slalu memanggil namamu

 

Biarpun kau pandang jemu

Asal anakku dijagakan

 

Dengarlah wahai jandaku , carilah jodoh yang lain

Dengarlah wahai jandaku , carilah jodoh yang lain

 

Usah kau merana selalu , berdosa jikalau tak kawin

Usah kau merana selalu , berdosa jikalau tak kawin

 

 

DITELAN ALAM

Saat mana ku sebut namamu

Kau yang pernah singgah di hatiku

 

Saat mana ku kenang wajahmu

Kau yang pernah menyentuh jiwaku

 

Padamu yang aku dambakan , selama hidup ini

 

Saat mana ku sebut namamu

Kau yang pernah singgah di hatiku

 

Pertama kali kita jumpa

Terjalin kisah cinta

 

Namun tak pernah aku duga

Semuanya tlah sirna

 

Bagai impian di dalam hayalan

Hilang ditelan alam

 

Saat mana ku terjaga mimpi

Dalam baying kau dating kembali

 

Saat mana ku sendiri lagi

Dalam malam yang sesunyi ini

 

Tiada , tiada kasih saying , hilang ditelan alam …

 

SAKIT GIGI

Putus lagi cintaku , putus lagi jalinan kasih

Sayangku dengan nya

 

Cuma karena rupiah , lalu engkau berpaling muka

Tak mau menatap lagi

 

Kecewa , kecewa hatiku , terluka karena cinta

 

* Kalau terbakar api , kalau tertusuk duri mungkin

Masih dapat ku tahan

 

Tapi ini , sakit lebih sakit , kecewa karena cinta

 

Jangan kan diriku , semutpun kan marah

Bila terlalu , sakit begini

 

Dari pada sakit hati , lebih baik sakit gigi ini

Biar tak mengapa

 

Rela … rela … rela … aku relakan

Rela … rela … rela … aku relakan

 

( kembali ke : * )

 

 

BEBAN ASMARA

Suluk : Hanyalah padaMu Yang Maha Kuasa

             Ku pinta Kau sadarkan

            Jiwaku yang sedang diracuni asmara

 

Janganlah aku dirayu , janganlah aku kau goda

Tak sanggup ku menahan

Beban kasih asmara , beban kasih asmara

 

Janganlah aku dirayu , janganlah aku kau goda

Tak sanggup ku menahan

Beban kasih asmara , beban kasih asmara

 

Pernah aku menderita , slalu dilamun duka

Karena hati tergoda , oleh panah asmara

Pernah aku menderita , slalu dilamun duka

Karena hati tergoda , oleh panah asmara

 

Hati menjadi gelisah , karena pikiran tercurah

Selalu kepadanya

Apa yang tlah ku alami , jangan sampai kau kembali

Tak sanggup ku menahan

Beban kasih asmara , beban kasih asmara

Demi ketenangan jiwa,yang haus kan ketentraman

Hentikanlah bujukmu

 

Hati menjadi gelisah , karena pikiran tercurah

Selalu kepadanya

 

( diulang dari atas )

KUMBANG-KUMBANG

Kumbang-kumbang di taman , jangan kau merayu

Kumbang-kumbang di taman , jangan kau menggoda

 

Aku sekuntum bunga , tak mudah kau rayu

Aku sekuntum bunga , tak mudah kau petik

Tak mudah kau petik

 

( diulang dari atas )

 

Tak ku biarkan , sang kumbang

Menghisap maduku , walau sekecupan

 

Kumbang ating … ku tak mau kan layu

Tergoda bujuk rayunya

 

Pergilah jauh … janganlah mengharap

Cintaku biarkan aku

 

Mekar slalu … bersemilah slamanya

Jangan kau ganggu aku

 

( diulang dari atas )

 

 

 

PENDUSTA CINTA

Suluk : Sawo kecik … peko-pekoyan

             Sumurnya ada di utara

             Kalau licik mas … sekali saja

             Sepanjang umurnya tak kan dipercaya

 

* Pepatah bilang , sawo kecik pekopeyan

Sumurnya ada di utara

Kalaulah licik mas … ( aduh dik )

Sekali saja

Spanjang umurnya tak kan dipercaya

 

+  e … ya iyo … ya iyo … iya iyo … iya iyo …

 

   Rujak cingur dari Surabaya , pakai petis enak rasanya

Hati hancur karena dia , kecewa aku jadinya

Pepatah bilang sawo kecik pekopeyan

 

Dulu kau bilang cinta semanis madu

Tapi ternyata pahitnya bagai empedu

 

Dulu kau bilang saying , hanya padaku

Tapi ternyata semua , bohong belaka

 

Sampai kapanpun , aku tak percaya

Karena ku tahu , kau pendusta cinta

Pepatah bilang , sawo kecik pekopeyan

 

( kembali ke Reff + * , e … ya iyo … )

 

 

GEMBALA CINTA

Suluk : Sekuntum bunga mekar di taman

               Di sunting … musyafir lalu

               Bunga layu dan gugur ke bumi

 

Bila bunga sedang mekar

Indah mewangi dan segar

 

Kumbang-kumbang menghampiri

Rasa ingin memiliki

 

Tapi awas janganlah merasa bangga

Akan kecantikan mu

Bila nanti engkau terluka asmara

Keangkuhanmu sirnahlah

 

Bila bunga sedang mekar

Indah mewangi dan segar

 

Kini bunga layu dan tertunduk malu

Wajahnya sudah tiada berseri lagi

 

Tertipu cintanya hingga putus asa

Hanya mengharap janji yang tiada pasti

 

Oh … sungguh kasihan bungapun merana

Menyesalpun tiada berguna

Biarkanlah musyafir berlalu

 

Aku rela berkorban , jadi gembala cintamu

 

( kenbali ke Reff )

 

Jadi gembala cintamu … ( x4 )

 

 

 

LANG-LANG BUANA

Ho … ho … ho …

 

Kau salah menggunakan , mimpi yang ada

* Kau , salah menempatkan , cinta di sana

 

Sengaja aku biarkan , cintamu melang-lang buana

Pada akhirnya nanti , ku yakin kan kembali

 

Sengaja aku singkirkan , rindu yang ada padaku

Agar tiada cemburu , tiada sakit hati

 

Kau salah menggunakan …

 

Terlambat sudah maafmu …

Tak semudah itu kasih

Seperti kau membalikkan tanganmu sendiri

 

Butuh waktu cukup lama

Karna hati masih luka

Mungkin kau tak merasa betapa sakit hatiku

 

Seperti apa-apasih , wanita yang kau cari … ca-ri

 

( kembali ke : reff + * )

 

Kau salah menggunakan … cinta …

 

 

 

KURANG BUMBU

Ha …

 

Kalau kurang bumbu , masakanku ini

Tolong kasih tahu biar aku tambah lagi

 

Kalau diri ini , ada kekurangannya

Jangan diam saja jelaskanlah kepadaku

 

Tak usah berpura-pura , tak suka kau bilang suka

Tapi di belakangku , gandeng sana gandeng sini

 

Kalau kurang bumbu , masakanku ini

Tolong kasih tahu biar aku tambah lagi

 

                Ibarat aku hidangan,mungkin kamu sudah bosan

Makan itu lagi , sayur asem lagi ya … itu itu lagi

 

Di rumah dan di restoran,rasanya sih pasti sama

Yang lain hanyalah ikan dan sayurnya

Atau juga bumbunya

 

Dari itu ku minta , berterus terang saja

Agar dapat ku beri selera yang engkau suka

 

( diulang dari atas )

 

 

SARMILA

Ho …

 

Aku relakan , kepergianmu , bila itu yang kau pinta

 

* Aku terima , keputusanmu , walaupun pahit terasa

 

Sarmila …  ho … Sarmila

Kasihku … ho … untukmu

Sarmila …  ho … Sarmila

Cintaku … ho … milikmu

 

Mengapa cinta yang ku berikan

Kau balas dusta yang pedih

 

Berulang kali kau menyakiti

Aku masih tetap memaafkan

 

Tetapi engkau tiada mengerti

Malah sengaja menduakanku

 

Teganya dirimu melukaiku

Sampainya hatimu mendustaiku

Oh … aku tak sanggup lagi …

 

Aku terima keputusanmu , walaupun pahit terasa

 

( kembali ke reff + * )

 

 

BULAN SEPARUH

Malam itu , ku menatap langit

Di atas sana ku lihat bulan separuh

Begitu indah menghiasi kegelapan , seperti terbelah rata

 

* Duhai bulan separuh , gambaran cintaku

Kini bersemi walau pernah berbagi

Kini mewangi walau tak ranum lagi

 

Sebelah ah … dadaku di luar batinku

Telah berbekas puing kehancuran

 

Duhai kekasih hati , ku mohon padamu

Bawalah aku dari duka yang lalu

Peluklah aku di dalam asmaramu

 

Ku ingin engkau juga cinta yang tersisa

Hingga tercapai mahligai bahagia

 

Duhai kekasih hati , ku mohon padamu

 

Biarpun kehadiranmu bukan yang pertama

Namun dirimu bagiku awal segalanya

 

Biarpun tinggal separuh rasa cinta ini

Namun sayangku padamu tiada duanya

 

Kasih … temanilah diriku

Hangatkanlah jiwaku

Betapa ku saying … kamu …

 

Duhai kekasih hati , ku mohon padamu

 

( kembali ke : reff + * )

 

 

 

PADANG BULAN

He … padang rembulan mas … gemerlip lintange

Soyo suwe disawang mas … aduh endahe …

 

+ e … ya e yo … e … yae yae … yae yae … yae yao …

 

E … terang benderang mas … bulane ndadari …

Malam seindah ini mas … saying ku sendiri

 

Laut biru luas terbentang

Di malam hari bagaikan siang

Malam panjang , pacar tak dating

+ ( bisa-bisa dik … badan meriang )

 

Sejuk embun tak jua sirna

Aduh manusuk tulang rasanya

Hati ini , gundah gulana

+ ( cari saja dik … pacar lainnya )

 

( diulang dari atas )

 

dialog :

–  ojo ngono toh mas …

+ biar aku dik … jadi gantinya

–  emoh ah … pacarku bagus

+ aku lho dik … paling setia

 

ILALANG

Ilalang – ilalang , menghalangi pandangan

Ilalang – ilalang , jadi saksi cerita malang

 

Ilalang – ilalang , lihat langkahku goyang

Ilalang – ilalang , tak kuasa jiwa terguncang

 

Benar cerita burung-burung

Dirimu slalu berdusta

Benar kata bisik angin

Kau tak kan pernah dusta

 

Bukan baru sekali ini

Hatiku engkau sakiti

Tapi baru kali ini

Mataku menjadi saksi

 

Ilalang – ilalang , biar cintaku malang

Ilalang – ilalang , ku tahu Tuhan Penyayang

 

( kembali ke reff )

 

Ilalang – ilalang , walau cintaku malang

Ilalang – ilalang , ku tak akan putus harapan

 

Wo … wo … wo …

PATAH HATI

Terlalu besar cintaku padanya

Terlalu saying hatiku padanya

 

Ini membuatku patah hati

Kalau ia meninggalkan pergi

 

Kenapa dulu ku terlalu cinta

Mengapa dulu ku terlalu saying

 

Baru kini ku alami , betapa sakitnya patah hati

Mengapa ku dulu dicinta

Kalau hanya untuk disakiti

Ya … badan mengapa begini ?

 

Tiada mungkin akan terobati

Derita karna patah hati ini

 

Kecuali ia mau kembali

Untuk hidup bersama ku lagi

 

Kenapa dulu ku terlalu cinta

Mengapa dulu ku terlalu saying

 

( kembali ke reff )

 

STASIUN BALAPAN

Ning stasiun Balapan , kuto Solo sing dadi kenangan

Kowe karo aku , naliko …

 

Ning stasiun Balapan , rasane kaya wong kelangan

Kowe ninggal aku , …

 

Da … dada saying …

Da … selamat jalan

 

Janji lunga mung sadelok

Jare sewulan ra ana

Pamitmu nalika semana

Ning stasiun Balapan Solo

 

Jare lunga mung sadelok

Malah tanpa kirim warta

Lali apa pancen nglali

Yen eling ya … mbok enggal bali

 

( diulang dari atas )

 

 

 

TANDA CINTA

Ku terima , tanda kasih

Seutuhnya kau berikan kepadaku

 

* Ku terima tanda kasih

Lambang cinta yang tulus suci darimu

 

Biarkan ku bersandar di pundakmu

Agar kau tak ragu membelai rambutku

 

Sengaja ku pejamkan mata ini

Agar engkau mau mencium keningku

 

Ku terima tanda kasih

Lambang cinta yang tulus suci darimu

 

Kasih sejujurnya ku katakana

Ku gantungkan hidupku

Kupasrahkan jiwaku , jangan kau sakiti aku

 

Kasih ku harapkan kepadamu

Hiasi cinta ini , dengan hati yang suci

Agar selalu abadi

 

+  Bila kita saling menjaga

Tak mungkin hati ini , kan terbelah dua

 

 

( kembali ke : * )

 

 

 

TERLENA

Masi terngiang di telingaku , bisik cintamu

Betapa lembut dan mesranya , aku terlena

Terlena … ku terlena

 

Tiada ku rasa air mataku , basahi pipi

Aku terharu dan terbuai , aku terlena

Terlena … ku terlena

 

Sungguh aku bahagia

Benih cinta yang kau tanam

Bersemi indah di hati

 

Air mata bahagia

Jangan menjadi duka

Bersama kita slamanya

 

Ku terlena … dalam buai … asmara

 

( kembali ke : reff )

 

diulang dari atas

 

 

 

TERBAYANG-BAYANG

Suluk : Nostalgia masa berpacaran

            Yang tak dapat terlupakan

            Terbayang-bayang di mata …

            Tak luput dari pandangan

 

Terbayang-bayang di mata , tak luput dari pandangan

Terbayang-bayang di mata , tak luput dari ingatan

 

Berdayun sampan kita berdua , di danau Toba Sumatra

Riak gelombang menjadi saksi

Sumpah janji sehidup semati

Gunung tinggi kan kita daki , lautan luas kita sebrangi

 

Terbayang-bayang di mata , tak luput dari pandangan

 

Nur Hayati … dengarlah ungkapan perasaan ini  ho

Kau yang aku impikan , pagi siang dan malam

Kini sudah menjadi miliknya orang

Hancur hatiku kini tiada terbilang

 

Nur Hayati … dengarlah semboyan lagu ku ini ho

Jangan kau memandang bintang di langit

Pasir di pantai engkau lupakan

Habis manis sepah kau buang

Kini hanya tinggal kenangan

 

 

( diulang dari atas )

 

 

 

KERTAS DAN API

Masihkah … kau ingat sumpah janjimu

Saat pertama engkau nyatakan cinta

Kau bilang hanyalah aku dalam hatimu

 

Dulu kau katakana , lebih baik mati

Apabila harus berpisah dari diriku

 

Ternyata … semua janji-janjimu

Hanya permainan sandiwara lidahmu

Untuk menundukkan hati seorang lelaki

 

Untuk apa kau hadir di sini

Bila cinta kau tinggal di sana

Hanya menambah luka di hati

 

Berkepanjangan hari derita

Yang kian menyiksa batin ini

Korban dari kepalsuan cintamu

 

Mengapa dulu , ku dicintai

Bila kini di hianati ho …

 

Baru aku tahu siapakah dirimu

Tiada mungkin  kertas membungkus api

 

( kembali ke reff )

 

 

GOYANG SENGGOL

+   Mari-mari , mari berjoget mari

Goyang badan , badan di goyang

 

+   Malu-malu , hai jangan malu-malu

Lagu ini dangdut terbaru

 

–   Oh sungguh asyik , sangat menarik

Bergoyang-goyang syalala … la …

 

+   Goyang senggol-goyang senggol oh asyiknya

Goyang senggol-goyang senggol oh asyiknya

–   Goyang di goyang

+   Senggol di senggol

+   Goyang disenggol sayang

 

+   Goyang senggol-goyang senggol oh asyiknya

Goyang senggol-goyang senggol oh asyiknya

–    Goyang di goyang

+    Senggol di senggol

+    Goyang disenggol saying

 

 

( diulang dari atas )

 

 

RAHASIA CINTA

Ha … ha …

 

Malu-malu … aku menyatakan

Ada getar cinta makin membara

 

Rindu – rindu … bila tak bertemu

Debar-debar hati makin menjadi

 

Harus bagaimana , aku mengatakan

Sedangkan bibirku tak mampu berbicara

 

Malu-malu … aku menyatakan

Ada getar cinta makin membara

 

Resah gelisah , yang kini ku rasakan

Menyimpan rahasia hati ini

 

Mungkinkah ada , perasaan yang sama

Agar terungkap , tabir cinta ini

 

Andaikan ku mampu menggapai hatimu

Rahasia cinta dapat menjadi nyata

 

 

( diulang dari atas )

YANG SEDANG-SEDANG SAJA

Dia tidak cantik ma , dia tidak jelek ma

Yang sedang-sedang saja , yang penting dia setia

 

*  Aku suka dia ma , aku sayang dia ma

Kasih dan rinduku ini , tentunya untuk si dia

 

Sedalam dalamnya lautan Hindia

Lebih dalam lagi cintaku padanya

 

Sesuci dan sebening nya embun pagi

Begitulah cintaku pada dirinya

 

Dia nomor satu pilihanku

Dia nomor satu idamanku

Gadis sepertinya yang ku mau

 

Yang sedang-sedang saja  ( X4 )

 

( kembali ke * )

 

diulang dari atas

 

 

 

REMBULAN MALAM

Dirimu bagai kan rembulan , di malam yang sepi

Purnama bersinar menerangi hati

 

Aku damba engkau , bersemayam di hati

Walau di dalam mimpi

 

Tetapi mungkinkah , rembulan malam

Berpijak di bumi berdebu

 

Sungguh diriku tak kuasa

Menahan gejolak di hatiku

Yang semakin lama , semakin menjadi

 

Begitu ingin ku sampaikan

Rasa cinta ini yang mendalam

Tetapi tak mampu , bibirku berkata

 

Mengharap kasih yang tak sampai

 

 

( diulang dari atas )

 

 

 

KECEWA

Hasrat di hati mencapai bintang yang tinggi

Sungguh kecewa tak tercapai cita-cita

 

Oh ho … hatiku rasa pilu

Aduhai terasa pilu

 

Oh ho … luka hatiku kini

Lukaku bertambah perih

 

Tak seorang berkata , mengapa aku berduka

Cita-citaku hanya benda tiada bernyawa

 

Rupanya aku mimpi yang tiada berakhir

Mimpi mencapai bintang di langit yang tinggi

 

 

MIRASANTIKA

Dulu aku suka padamu , dulu aku memang suka

Dulu aku gila padamu , dulu aku memang gila

 

Sebelum aku tahu kau dapat merusakkan jiwaku ho …

Sebelum aku tahu kau dapat menghancurkan hidupku

 

Sekarang tak tak tak tak

Ku tak mau ku tak mau tak tak tak tak

Ku tak mau tak ( ku tak mau tak )

 

Sekarang tak tak tak tak

Ku tak sudi ku tak sudi tak tak tak tak

Ku tak sudi tak ( ku tak sudi tak )

 

Dulu aku suka padamu , dulu aku memang suka

Dulu aku gila padamu , dulu aku memang gila

 

Minuman keras (miras) apapun namanya

Tak akan ku reguk lagi dan tak akan ku minum lagi

Walau setetes ( setetes )

 

Dan narkotika (tika) apapun jenisnya

Tak akan ku kenal lagi dan tak akan ku sentuh lagi

Walau secuil ( secuil )

 

Gara-gara kamu orang bisa menjadi gila

Gara-gara kamu orang bisa putus sekolah

Gara-gara kamu orang bisa menjadi edan

Gara-gara kamu orang kehilangan masa depan

 

( diulang dari atas )

 

 

JATUH CINTA ( MENGAPA )

*  Mengapa ku memujanya

Mengapa ku mengenalnya

Akhirnya ku jatuh cinta

Dan iapun membalasnya

 

Setelah saling menyinta

Ku kira jadi bahagia

Ternyata indahnya cinta

Berubah jadi derita

 

Apakah aku bersalah

Pabila ku menyintainya

Bukankah hak manusia

Menyinta atau dicinta ho … ho … ho …

 

Ku kagumi pribadinya

Mencintai yang tak punya

 

Seumpama seorang raja

Mencintai sahayanya

 

Walau dia ku cinta

Ku rela melepasnya

Demi nama baiknya

Ku rela menderita

 

( kembali ke : * )

 

 

 

PAGAR MAKAN TANAMAN

Engkau teman karibku , lebih dari saudara

Jangankan makan minum , tidur kita bersama

Bukankah engkau tahu , dia itu milikku

 

Namun begitu tega , kau rampas segalanya

Inikah balasannya , ahlaq teman setia

 

Putus kinilah sudah , persaudaraan kita

Yang lama kita bina , susah senang bersama

 

Apa artinya berteman

Di belakang kau menikam

 

Kau bagaikan pagar , yang makan tanaman

Sungguh tiada aku menduga

 

Engkau teman karibku , lebih dari saudara

Jangankan makan minum , tidurpun kita bersama

 

 

( kembali ke : reff )

 

 

 

ZUBAIDAH

Suluk : Zubaidah … Zubaidah … sayangku

 

+  Aku suka kamu  ( –  ya … ya … ya … ya … )

Aku sayang kamu  ( – ah … masa iya … )

Kalau kau tak percaya , belahlah dadaku

Di dalam jantungku terukir namamu

 

+  Kalau kau tak percaya , coba lihatlah

Di dalam hatiku , terlukis wajahmu

Zubaidah … Zubaidah …

Zubaidah … sayangku

 

Percayalah sayang , aku masih bujangan

Langit dan bumi yang menjadi saksinya

 

Ku pantang berdusta , walau ada maunya

Pacarpun tak punya , hanya dirimu saja

 

–        Yang … benarkah ucapanmu

Yang … aku juga suka kamu

Ah … ah … aku suka kamu

 

+  Zubaidah … Zubaidah …

Zubaidah … sayangku

 

 

( kembali ke : reff )

 

 

AIR TUBA

Kemana akan ku bawa , derita hati yang luka

Dendam benci karena cinta

 

Walaupun emas permata , beribu kan kata cinta

Namun akhirnya kau membuat luka

 

Kasih sungguh kejam  hatimu , pada diriku

 

Rupanya sudah biasa , kau menghianati cinta

Air susu , kau balas air tuba

 

Akupun menyadari , orang tak punya

Tapi jangan diriku , terlalu kau hina

 

Walau bagi dirimu , tiada mengapa

Tapi bagi diriku , terlalu kau hina

 

Biarlah derita ini , ku tanggung sendiri

Karena diriku  sudah , tiada berarti , tiada berarti

 

Yang lalu biar berlalu , lupakan saja semua

Lebih baik kini , kita berpisah

 

Kalau ku tahu begini , tak mau aku bercinta

Air susu kau balas air tuba

 

 

( kembali ke : reff )

PENANTIAN

Dalam keheningan malam , ku dendangkan lagu

Sebagai pelepas rindu padamu

Rasa tak kuasa  , berpisah dengan mu

 

Menjelang malampun tiba , ku kenang diri mu

Sebelum terlena , ku bisik namamu

Agar kau menjelma , dalam mimpiku

 

Hati terasa merintih

Dalam kerinduan , kerinduan , kerinduan

 

Akan ku kenang selalu , saat perpisahan

Dan masih aku rasakan , kecupan bibirmu

Dengan derai air matamu … oh …

Dan engkau bisikkan , kata-kata cinta

 

Hanya harapan hatiku , semoga bersama

Dan tabahkan hati , dalam penantian

Dan tabahkan hati , dalam penantian

 

 

( kembali ke : reff )

 

 

 

AIR MATA PERKAWINAN

Suluk : Ho … ho … kau dusta … kau dusta …

             Siapakah orangnya … siapa … siapa …

 

Katakanlah siapakah orang yang telah mendahului aku

Katakanlah siapakah orang yang telah mendahului aku

 

Andainya kau katakan , sebelum perkawinan

Tak akan menjadi rasa penyesalan

 

Malampertama ku dambakan

Telah berakhir dengan

Kekecewaan dan penuh penyesalan …

 

Apa arti tangisanmu … di depan penghulu …

Apa arti tangisanmu … di depan penghulu …

 

Kalau dirimu , tak suci lagi

Andai ku tahu , sejak bercinta

Tak akan terjadi , perkawinan ini

Yang paling menyakitkan … ho …

Yang paling menyakitkan , hatiku ini

Orang makan nangkanya

Aku dapat getahnya … ho …

Ku dapat getahnya

Katakanlah siapakah,orang yang telah mendahului aku

Malam pertama ku dambakan

Telah berakhir dengan

Kekecewaan dan penuh penyesalan

 

 

MBAH DUKUN

Dialog : Waduh … mbah dukun sibuk nih …?

              Feace ach … !

 

Ada embah dukun , sedang mengobati pasiennya , ha …

Konon katanya , sakitnya karena diguna-guna

( deuh … deuh … teuing … )

 

Sambil komat-kamit

Mulut embah dukun baca mantra

Dengan segelas air putih , lalu pasien disembur

 

( Spruach siah …

  Syaitan gendeng , syaitan bandel , syaitan gombal ,

  Syaitan , syaitan , yang namanya syaitan jangan ganggu yeuch , jangan suka mengganggu … pergilah kau syaitan jangan ganggu … mbrreuch bayawak belegug … ngaganggu siah ku aing dibatako )

 

Embah dukun , tolong juga saya

Yang sedang mabuk cinta

Sama si Lela anak kepala desa

Yang membuat aku tergila-gila syeach …

 

Embah dukun , tolong lihat jodohku

Apa mungkin si Lela , menjadi milikku syeach

 

Embah dukun jampe-jampekan aku

Agar si Lela semakin cinta padaku

 

Dan tak lupa doaku paling utama

Kepada Tuhan Yang Kuasa

 

Semoga cinta kami abadi

Selamanya … yees …

 

( embah dukun jangan takabur , yach …

  Tuhan yang menentukan mah … )

 

 

KOPI SUSU

+  Coba lagi minta kopi susunya

Kalau ada dengan goring pisangnya

( goring pisangnya abang yah … )

 

–  Tunggu dulu , airnya belum masak

Sabar saja , hanya tunggu sebentar

( – Sabar ya bang …

      + Ya deh … ngak ape-ape , abang nunggu deh … )

 

+  Biarlah tiada mengapa

Kita bisa ngobrol dulu

Biar ku puas memandangmu

Wajahmu sungguh menawan

( abang genit ah … )

 

                +  Biarlah tiada mengapa

Kita bisa ngobrol dulu

Biar ku puas memandangmu

Wajahmu sungguh menawan

 

–  Memang lelaki semua , mata keranjang

 

+  Kopi manis , pedagangnyapun manis

Berapakah abang harus membayar

 

–  Lima ratus untuk kopi susunya

Lima ribu untuk bayar ngobrolnya

( he … kok mahal ngobrolnya … )

 

 

SYAHDU

 

Bila kamu di sisiku , hati rasa syahdu

 

Satu hari tak bertemu , hati rasa rindu

 

Ku yakin ini semua , perasaan cinta

 

Tetapi hatiku malu , untuk menyatakan

 

Bila kamu di dekatku , hati rasa syahdu

 

Satu hari tak bertemu , hati rasa rindu

 

 

Reff  : Bila cintaku terbalas , oh bahagia sekali

 

Tapi bila tak terbalas , ku tak sakit hati

 

 

Karena aku menyadari , siapa ku ini

 

Tak sepadan tak setinggi , tak patut kau cinta

 

 

Cukup bahagia hatiku , bila bertemu dengan mu

 

Cukup bahagia hatiku , bila bertemu dengan mu

 

 

Cintamu sudah terbalas , sejak lama sekali

 

Hatimu tetap selalu oh di lubuk hatiku

 

Ucapanmu yang ku tunggu , telah ku dengar sendiri

 

Terimalah oh sayang , ku cinta yang pertama ini

 

Kini bahagia hatiku , bila slalu bersamamu

 

 

 

CINCIN KAWIN

Pria:  Setelah setahun ku di negeri orang

Kini ku kembali ‘tuk menemuimu

Tapi kecewa melihat cincin kawin di jarimu

 

W :    Selama setahun kau di negeri orang

          Tak pernah ku terima oh surat darimu

          Aku mengira engkau telah melupakan diriku

 

Reff  :

P:      Dulu kau berjanji kan menantiku

Tapi mengapakah tiada kau tepati

W:     Banyak ku mendengar kau telah beristri

Ku kira engkaulah yang mengingkari

P :     Rupanya kau terkena hasutan belaka

 

W :    Maafkanlah sayang , semua salahku

Terlalu percaya pada orang lain

P+W Kini hanyalah kepahitan hidup kita berdua.

 

 

MINGGAT

Sri kapan kowe bali

Kowe lunga ora pamit aku

Jarene neng pasar pamit tuku trasi

Nganti saiki kowe during bali

 

Sri opo kowe lali

Janjine sehidup semati

Loro atiku , atiku loro

 

Reff :                   Ndang balio Sri , ndang balio

Aku loro mikir kowe ono ning ngendi

Ndang balio Sri , ndang balio

Tego temen kowe minggat ninggalne aku

 

Yen pancene Sri , kowe eling aku

Ndang balio aku kangen setengah mati

 

 

CINDAI

Cindailah mana tidak berklas , jalinya lalu rentah beribu

Bagailah mana hendak berhias , cerminku retak seribu

 

Mendendam unggas liar di hutan

Jalan yang tinggal jangan berliku

Tilamku emas cadarnya intan , berbantal lengan tidurku

 

Hias cempaka kenangan tepian

Mekarnya kuntum nak idam kumbang

Puas ku jaga si bunga impian , gugurnya sebelum berkembang

 

Reff  :

Hendaklah hendak hendak ku rasa , ahai sayang

Puncaknya gunung hendak ditawan

 

Tidaklah tidak , tidak ku daya ahai , sayang

Tingginya tidak tertwan

 

Janganlah jangan , jangan ku hiba , ahai sayang

Derita hati jangan di kenang

 

Bukanlah bukan , bukan ku pinta , ahai sayang

Merajuk bukan berpanjangan

 

Akar beringin tidak berbatas , cuma bersilang paut di tepi

Biduk ku lilin layarnya kertas , seberang lau berapi

 

Gurindam lagu bergema takbir , tiung bernyanyi pohonan jati

Bertanam tebu di pinggir bibir , rebung berduri di hati

 

Laman memutih pawana menerpa , langit membiru awan bertali

Bukan dirintih pada siapa , menunggu sinarkan kembali

 

 

J A N J I

Mengapa kau lupakan …………………… ?

Mengapa kau lupakan , janji yang kau berikan

Janji yang ku harapkan , siang ku nantikan

Dan malam aku mimpikan , mengapa kau lupakan ?

 

Reff  :

Oh …oh … oh … sungguh kau tak pandai menimbang rasa

Karena janjimu dirikun tersiksa

Oh …oh…oh…sungguh kau tak fikirkan betapa ku derita

 

Mengapa kau lupakan , janji yang kau berikan

Janji yang ku harapkan , siang ku nantikan

Dan malam aku mimpikan , mengapa kau lupakan ?

 

 

BIARKAN BULAN BICARA


Bulan sabit yang jatuh di pelataran

Bintang redup tanpa cahaya gemilang

Langkahnya tanpa arah sesat di jalan

 

Yang terang aku yang terlena di buai pelukan dosa

Ingin pulang membalut luka hatimu

Ku pun tahu betapa pedih batinmu

 

Beri kesempatan atau jatuhkan hukuman

Andai maafpun tak kau berikan

Air mata tulus jatuh di sudut bibirmu

 

Tak terlintas dendam di bening mata indahmu

Aku yang merasa sangat berdosapadamu

Masih pantaskah mendampingimu ?

 

Biarlah bulan bicara sendiri

Biarlah bintang kan menjadi saksi

Takkan ku ulangi walau sampai akhir nanti

Cukup derita sampai di sini.

 

 

PAMITAN

 

Ijinkan aku pergi , apalagi yang engkau tangisi

Semogalah penggantiku dapat lebih mengerti hatimu

 

Memang berat ku rasakan meninggalkan kasih yang ku cintai

Namun bagaimana lagi , semuanya harus ku jalani

 

Selamat tinggal ku doakan , kau selalu bahagia

Hanya satu pesanku , jangan lupa kirimkan kabarmu

 

Bila suatu hari dia membuat kecewa di hati

Batin ini takkan rela mendengarmu hidup menderita

 

Sayang walau kebersamaan kita yang sesaat

Namun kau tetap bagian dari jiwaku

 

Ku iringi kepergianmu dengan ihlas hati

Semoga kelak kita tetap bersatu lagi

 

 

SELINGKUH


L :     Ambilkan segera , bajuku yang baru

Yang ada di dalam almari pakaian

P :     Baju yang manakah , yang abang maksudkan ?

L :     Yang berwarna merah dan berlengan panjang

 

Reff  :

P :     Ini bang bajunya , kau hendak kemana ?

Hari sudah petang , oh menjelang malam

 

L :     Aku mau pergi ke tempat Pak Lurah

Karena di sana ada rapat kerja

 

P :     Bang , aku tahu bang kau hendak ke pesta

Bersama dengan anak berambut panjang

 

L :     Jangan kau menyangka yang bukan-bukan

P :     Kalau kau selingkuh ku jewer kupingmu

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s